“Argumentasi masalah DZIKIR BERSAMA setelah shalat”


  1. 1.      DEFINISI
  2. A.    Secara Etimologi (Bahasa)

Adz-dzikrul al-Jama’ie atau dzikrul jamaah (dzikir bersama) terangkai dari dua kata:

Pertama, Dzikir secara bahasa berasal dari kata: (Dzakaro–yadzkuru–dzikron) Artinya: menyebut, mengucapkan, mengagungkan, mengingat-ingat.

Adz-dzikru berarti sesuatu yang mengalir melalui lisan. Terkadang diartikan dengan menyimpan sesuatu. Dzikir secara bahasa berarti mengingat. Dzikrullah berarti mengingat dengan memuji Allah. Al-Qur’an juga disebut dzikir, karena ia menjadi jalan mengingat Allah. Shalat juga disebut dzikir kaena ia media mengingat Allah.

Ar-Raaghib dalam “Al-Mufradat” menjelaskan: “Terkadang dzikir diartikan sebagai kondisi jiwa yang memungkinkanya menghafal pengetahuan yang didapatkannya.”

Oleh sebab itu, ada dua jenis makna dzikir. Dzikir yang berarti ingat sesudah lupa, dan dzikir yang berarti ingat tanpa berkaitan dengan lupa, tapi karena lekatnya hafalan.

Kedua, Makna jama’ie yakni apa yang diucapkan oleh orang-orang yang berkumpul dengan satu suara saat melantunkan dzikir, apa yang diucapkan sebagian, sama dengan apa yang diucapkan sebagian yang lain (serempak).

  1. B.     Secara Terminologi

Dzikir menurut syari’at adalah setiap ucapan yang dirangkai untuk tujuan memuji dan berdo’a. Yakni lafal yang digunakan untuk beribadah kepada Allah, berkaitan dengan pengagungan terhadap-Nya dan pujian terhadap-Nya dengan menyebut nama-nama atau sifat-Nya, dengan memuliakan dan mentauhidkan-Nya, dengan bersyukur dan mengagungkan dzat-Nya, dengan membaca al-kitab-Nya, dengan memohon kepada-Nya atau berdo’a kepada-Nya.

Sayyid Syabiq berkata: “Dzikir ialah apa yang dilakukan oleh hati dan lisan berupa tasbih atau mensucikan Allah, memuji dan menyanjung-Nya, menyebut-nyebut sifat-sifat dan kebesaran, keagunggan-Nya,serta sifat sifat indah yang dimiliki-Nya”.

Dzikir adalah mengucapkan lafadz-lafadz yang dianjurkan untuk banyak memuji Allah seperti سبحان الله و الحمد لله . Dzikir juga berarti menjalankan apa yang perintahkan oleh Allah atau dianjurkan oleh Rasululllah seperti membaca al-Qur’an, mendalami hadits, mempelajari ilmu dan menjalankan shalat sunnat serta menyebut Allah dengan hati, lisan dan perbuatan.

Adapun pembahasan disini adalah bahwa dzikir jama’ie atau dzikir bersama yang biasa dilakukan oleh sebagian kaum muslimin. Seperti dzikir bersama sesudah shalat-shalat wajib atau waktu dan kondisi lain yang mana berkumpul untuk bersama–sama melantunkan dzikir, do’a dan wirid di bawah komando satu orang maupun tanpa dikomando. Yang jelas mereka melantunkan dzikir tersebut secara serempak.

  1. 2.      PERBEDAAN MASALAH DZIKIR
    1.                    I.            Dzikir bersama
  2. A.    Argumentasi Dzikir Bersama

 

1. al-Imam Muslim dan al-Imam at-Tirmidzi meriwayatkan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَليهِ وَسَلّمَ خَرَجَ عَلَى حَلْقَةٍ مِنْ أَصْحَابِهِ، فَقَالَ: مَا يُجْلِسُكُمْ ؟ قَالُوْا: جَلَسْنَا نَذْكُرُ اللهَ وَنَحْمَدُهُ، فَقَالَ: إِنَّهُ أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ فَأَخْبَرَنِيْ أَنَّ اللهَ يُبَاهِيْ بِكُمْ الْمَلاَئِكَةَ

(أخرجه مسلم والترمذيّ)

“Suatu ketika Rasulullah keluar melihat sekelompok sahabat yang sedang duduk bersama, lalu Rasulullah bertanya: Apa yang membuat kalian duduk bersama di sini? Mereka menjawab: Kami duduk berdzikir kepada Allah dan memuji-Nya, kemudian Rasulullah bersabda: “Sungguh Aku didatangi oleh Jibril dan ia memberitahukan kepadaku bahwa Allah membanggakan kalian di kalangan para Malaikat”. (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)

2. Dalam hadits lain Rasulullah bersabda:

مَا مِنْ قَوْمٍ اجْتَمَعُوْا يَذْكُرُوْنَ اللهَ لاَ يُرِيْدُوْنَ بِذَلِكَ إِلاَّ وَجْهَهُ تَعَالَى إِلاَّ نَادَاهُمْ مُنَادٍ مِنَ السَّمَاءِ أَنْ قُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ (أخرجه الطّبَرانِيّ)

“Tidaklah suatu kaum berkumpul untuk berdzikir, dan mereka tidak berharap dengan itu kecuali untuk mendapat ridla Allah maka Malaikat menyeru dari langit: Berdirilah kalian dalam keadaan sudah terampuni dosa-dosa kalian”. (HR. ath-Thabarani)

“Tidaklah sekelompok orang berkumpul dan bardzikir menyebut Nama-nama Allah kecuali mereka dikelilingi oleh para Malaikat, diliputi rahmat, diturunkan kepada mereka ketenangan, dan Allah sebut mereka di kalangan para Malaikat yang mulia”. (HR. Muslim)

 

 

 

 

 

Aku mengetahui selesainya shalat rasulullah dengan takbir yang dibaca dengan suara keras (HR.bukhari)

 

 

  1. B.     Sisi Positif / fadhilat melaksanakan  Dzikir Bersama

 

  1. Lebih terarah bacaannya (sistematis) sesuai uang diajarkan Rasulullah SAW, karena ada yang memimpin bacaannya, sehingga tidak terjadi penyimpangan Dzikir
  2.  bisa sambil mengajarkan bacaan yang benar kepeda orang lain sekaligus melatih mereka untuk terus melaksanakan dzikir.
  3. Memotivasi masyarakat untuk berdzikir,
  4. Mempereerat silaturrahmi dan rasa persaudaraan sehingga akan dilihat sebagai ummat yang tangguh
  5. Setelah selesai dzikir , maka salam salaman / berjabat tangan antara satu dengan jamaah lain sebelum berpisah, dan ini memperkuat rasa persaudaraan dan seperti hadis berikut.

 

 

 

 

 

Tiada dua insan muslim yang berjumpa lalu berjabat tangan, kecuali mereka berdua diampuni(dosanya) sebelum berpisah.

hadis ini di takhrij oleh abu dawud (5212), tirmidzi (2/12) ibnu majah(3803) Ahmad (4/289)

  1. C.    Sisi negatif dalam melaksanakan dzikir bersama
    1. Menyelisihi petunjuk Nabi dan para shahabatnya. Karena sesungguhnya tidak ada satu hadits pun yang telah dinukil dari mereka mengenai hal itu.
    2. Menghilangkan sikap sopan dan beradab. Karena dzikir bersama itu seringkali menyebabkan tubuh seseorang bergoyang, bahkan terkadang menari dan melakukan hal sejenis itu.
    3. Mengganggu orang yang senang shalat dan yang membaca al-Qur’an. Hal itu terjadi apabila dzikir bersama dilakukan di dalam masjid, sehingga tidak khusuk bagi makmum yang masbuk.
    4. Seringkali orang-orang yang melakukan dzikir tersebut memenggal ayat al-Qur’an tidak pada tenpatnya
    5. Membiasakan dzikir bersama seringkali menggiring sebagian orang jahil dan awam untuk meninggalkan dzikir kepada Allah ketika belum mendapatkan teman untuk dzikir.
    6. Sesungguhnya memberikan peluang dzikir bersama, terkadang menggiring masing-masing golongan untuk mengikuti dzikir seorang syaikh tertentu dan menirukan apa yang diucapkannya.

                II.            Dzikir secara sendiri/ individual

 

 

  1. A.      Argumentasi yang tidak membolehkan Dzikir Bersama

 

  1. Merendahkan suara ketika berdzikir

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diriwayatkan dari abi musa radhiallahu’anhu, dia talah berkata : “ketika kami pergi bersama rasululah SAW dalam suatu perjalanan, para sahabat bertakbir denga suara yang cukup keras, lalu beliau bersabda : “wahai ummatku! Perlahankanlah suaramu, sesungguhnya kamu tidak berdoa kepada Dzat yang buta atau Dzat yang tidak ada , akan tetapi berdoa kepada sdzat yang maha mendengar lagi maha dekat dan dia bersamamu.” Abdillah bin Qais berkata, “ketika iu aku berada di belakang beliau san menyebut : “la haula wala quwwata illabillahi”. Kemudian beliau bersabda “ wahai abdillah bin Qais, inginkah kamu aku tunjukkan sebuah gedung surga.?” Aku menjawab : “tentu wahai rasulullah”.   Beliau beersabda “ sebutlah la haula wala quwwata illabillahi.

 

(#qãã÷Š$# öNä3­/u‘ %Y敎|Øn@ ºpuŠøÿäzur 4 ¼çm¯RÎ) Ÿw =Ïtä† šúïωtF÷èßJø9$# ÇÎÎÈ

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

 

  Sikap madzhab asy-Syafi’i, beliau telah berkomentar dalam kitabnya “Al Umm”, “Pendapat yang aku pilih perihal imam dan makmum, hendaknya keduanya berdzikir kepada Allah setiap usai shalat wajib tanpa mengeraskan dzikir, kecuali bagi seorang imam yang berkewajiban untuk mengajarkan kepada para makmumnya. Hingga ketika imam melihat bahwa mereka telah mampu, diapun kembali berdzikir dengan suara pelan. Karena Allah telah berfirman: dalam surat al isra 110

…dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya…

 

  1. B.     Sisi positif Dzikir sendiri

 

  1. Berdasakan / mengikut sunnah rasul.
  2. Lebih Khusuk bermunajat/ berdzikir  kepada ilahi
  3. Tidak mengganggu makmum yang masbuk, karena suara si pedzikir itu pelan.
  4. Tidak mengikut syekh tertentu atau cara dzikir yang berbeda atau bias saja dzikir yang diluar konteks.
  5. Berdzikir bisa sesuai keinginan kita(sesuai yang diajarkan rasulullah), atau sesuai dzikir yang kita amalkan.

 

  1. C.    Sisi negatif melaksanakan Dzikir sendiri
    1. Seusai shalat berjamaah, tidak ada lantunan dzikir yang menandakan kebesaran ilahi,
    2. Seusai shalat terkadang makmum langsung membubarkan diri sehingga banyak yang terganggu.
    3. Karena sibuk dengan Dzikir secara sendiri, seusai Dzikir tidak berjabat tangan dulu, karea takut mengganggu orang yang sedang berDzikir, seolah-olah silaturrahmi tidak berlangsung.
    4. 4.      Banyak yang belum memehami dzikir dan cara berdzikir, sehinggga banyak yang tidak berdzikir karena tidak tahu bacaan dan tata caranya.
  2. 3.      KESIMPULAN

Bahwasanya pelaksanaan Dzikir bersama maupun Dzikir secara sendirian setelah shalat berjamaah memiliki landasan yang kuat dan seharusnya sebagaiummat muslim tidak harus memperdebatkan atau mengkleim bid’ah antara satu dengan yang lain, dan apalagi memusuhi, karena kita bisa lihat dari berbagai sudut pandang.

Setiap insan pasti memiliki karakter, sifat, prinsip. Cara pandang, dan pemahamannya sendiri yang berbeda,bgitu juga dengan penulis masalah dzikir ini. Berdasarkan apa yang penulis baca dan penulis pahami, bahwasanya penulis lebih cenderung terhadap Dzikir secara bersama, dikarenakan untuk zaman sekarang yang serba modern ini berbeda dengan keadaan dizaman rasulullah yang pahamn akan dzikir-dzikir tersebut. Kalau zaman sekarang hanya sedikit yang memahami hal tersebut, karena orang lebih sibuk dengan urusan duniawi,, sehimgga alangkah lebih baik jika dilakukan dzikir secara bersama agar para jamaah bisa belajar secara tidak langsung.

Oleh karena itu penulis lebih memilih dzikir secara berjamaah,, namun penulis juga tidak MENYALAHKAN ATAU MENUDUH Dzikir sendiri itu tidak bagus /islami.

Akhirya penulis mohon maaf jika terjadi kesalahan dalam lembaran kertas ini. Karena yang benar dating dari Allah dan yang salah dari diri penulis sendiri. WALLAHUALAM BISSAWAB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar pustaka

 

Alhafizh Syihabuddin ahmad bin ali bin hajar al asqalani. 2006. Ringkasan targhib wa tarhib. Pustska Azzam ; jakarta

KH. Ahmad mudjab mahali dan H ahmad Rodhi hasbullah. 2004. Hadis-hadis Mutafaq’ilaih. Kencana; jakarta

Muhammad nashirudin al-albaini. 2006. Silsilah hadis shahih jilid III (501-750). Qisti press; jakarta.

Wikipedia.com

Panduan praktis istighosah

About azmilhuda

just simple person
This entry was posted in makalah and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to “Argumentasi masalah DZIKIR BERSAMA setelah shalat”

  1. sarief says:

    Apakah Rasululloh SAW kurang lengkap mengajarkan perkara ibadah kepada umatnya? Sehingga umatnya perlu melakukan ibadah yang tidak ada contohnya dari beliau dengan mengatasnamakan kerukunan/persatuan umat? Perlu diingat, Islam ada berdasarkan Al Qur an dan Sunnah, kemudian kerukunan/persatuan mengikuti. Bukan sebaliknya. Untuk itu agar kita berhati hati ketika mengutarakan pendapat tentang amalan ibadah, apalagi ada ajakan. Semoga Allah SWT memberikan kita semua hidayahNya, aamiin…

    • azmilhuda says:

      benar, rasulullah SAW memang mengajarkan secara lengkap, akan tetapi, apakah kita diajarkan secara langsung oleh beliau?? tidak, dari kecil kita “mengikuti” apa yang orang tua kerjakan, maka dari itu sebagai muslim yang hebat, kita harus mencari tau mana yang lebih baik, iman dan pengetahuan, karena kondisi saat ini banyak orang yang mengatakan mereka benar. aaamiiin, semoga kita termasuk didalam golongan orang bertakwa dan berilmu, makasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s